26 September 2013
30 Maret 2012
Gubernur dan Bupati Lobar Raih Anugerah
Sebagai Pembina PNPM MPd Terbaik
Nasional
Anugerah langsung diserahkan Wakil Presiden Boediono didampingi Mendagri
Gamawan Fauzi dalam acara pembukaan Rakernas PNPM Mandiri 2012 di Hotel Sahid,
Jakarta, kemarin.
Gubernur NTB termasuk salah satu dari beberapa gubernur yang menerima
anugerah sebagai Pembina terbaik untuk program PNPM-MPd. Untuk NTB, pemerintah
pusat menilai sebagai yang terbaik dalam pembinaan PNPM Perdesaan bersama 10
Bupati lain yang menerima anugerah serupa pada kategori berbeda.
15 Maret 2012
SARANA BERMAIN MERANGSANG TINGKAT KEHADIRAN BAYI BALITA KE POSYANDU
(Bantuan Sarana Bermain Posyandu Di Dusun Dames Desa Kerongkong Kecamatan Suralaga
Berbicara tentang anak , bayi dan balita seringkali dikaitkan dengan masalah kesehatan serta yang sering digaungkan saat ini untuk terus ditingkatkan pelayanannya baik yang ada dikota maupun yang ada di desa dan dusun adalah posyandu (pos Pelayanan Terpadu). Posyandu merupakan program pemerintah yang dihajatkan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui pelayanan secara terpadu guna mengetahui perubahan kesehatan secara rutin sehingga masalah kesehatan yang timbul dapat segera diatasi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas setempat.
Kabupaten Lombok Timur dari PNPM- GSC)
Terbit di Lombok Post, 15 Maret 2012
Dunia anak-anak merupakan dunia bermain, yang sarat dengan keceriaan dan tawa lepas yang memecah suasana menjadi jauh lebih berwarna. Kehadiran anak-anak bukan hanya sebagai pewarna namun sebagai pelengkap dalam segala sisi kehidupan, sehingga tidak salah jiakalau anak-anak sebagai generasi penerus mendapat prioritas dan selalu menjadi pusat perhatian utama pemerintah maupun swasta.
POLA BERAYAN (MAKAN BERSAMA) UNTUK HAMBBA SUPER
(Bantuan PMT oleh PNPM-GSC untuk mengurangi angka BGM Dengan Pola Berayan Di Dusun Temas Desa Narmada Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat)
Terbit di Lombok Post, 15 Maret 2012
Berayan atau pola makan bersama merupakan tradisi atau cara makan pada saat ada hajatan yang digelar oleh masyarakat Lombok. Cara makan bersama masih tetap dijalani pada desa-desa terpencil atau desa adat yang masih memegang teguh tradisi lama dan sampai saat ini desa adat seringkali banyak dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin melihat keunikan yang ada.
Tradisi atau kebiasaan yang mulai punah ini mulai diperkenalkan lagi pada anak-anak yang kesulitan untuk makan atau nafsu makannya hilang sehingga kemungkinan untuk terjadinya gizi buruk atau gizi kurang dapat diatasi dengan segera. Kebiasaan ini diperkenalkan pada saat pemberian makanan tambahan di posyandu dan menjadi agenda rutin untuk terus memantau anak-anak yang BGM atau gizi kurang.
Kegiatan ini dijadikan agenda rutin yang menjadi focus disetiap kegiatan posyandu karena kesehatan Ibu dan Anak dipandang sangat penting, meskipun demikian permasalahan kesehatan anak dikecamatan Narmada masih menjadi persoalan yang cukup menperihatinkan yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang intensif melalui pendekatan multidimensial yaitu pendekatan budaya, edukatif dan keterampilan. Betapa
SEKARANG KAMI BISA BELAJAR SAMBIL BERMAIN DENGAN NYAMAN
(Terbangunnya TK Di Desa Kwang Rundun Kec. Jerowaru Kab. Lombok Timur)
Terbit di Lombok Post, 15 Maret 2012
Kwang Rundun merupakan desa terpencil yang terletak di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur bagian selatan. Jarak dari kota Kecamatan sekitar 24 Km dengan jumlah penduduk 2.142 jiwa dan mata pencaharian masyarakat adalah rata-rata petani dan nelayan. Walaupun mata pencaharian sebagai petani dan nelayan namun semangat orang tua dan anaknya untuk bersekolah terbilang tinggi karena semua warga masyarakat sejak lama memimpikan bisa terbangunnya sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau TK (taman kanak-kanak) yang nyaman dan aman sebagai tempat belajar dan bermain untuk anak-anak mereka.
Geliat Pekan Destarata Desa Genggelang
Sumber : www.ntbprov.go.id
Desa
Genggelang, terletak di Tanjung Lombok Utara adalah sebuah Desa di
dataran tinggi. Dengan kawasan tersebut, maka masyarakat bisa dikatakan
susah untuk mendapatkan air bersih. Menurut Syaeful Ihasan Kepala Desa
Genggelang, masyarakat biasanya mengambil air bersih di sungai dengan
berjalan 2 km, akan tetapi jika musim kemarau tiba masyarakat bisa
berjalan puluhan Kilometer untuk mendapatkan air. Tetapi dengan adanya
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP)
dengan jumlah dana Rp. 300 jt, warga secara bergotong-royong untuk
membuat saluran pipa air bersih yang di ambil dari mata air sekitar
Dusun Kakung Desa Bentek. Dengan panjang saluran pipa sekitar 13 Km,
warga dari 6 Dusun dengan jumlah warga ± 1.500 orang yang berada di Desa
tersebut dapat menikmati air bersih yang kemudian dikelola oleh
masyarakat melalui Perusahaan Air Minum Desa ( PAMDES ).
Dengan adanya Pamdes, masyarakat menjadi lebih sejahtera karena tidak
membuang waktu untuk mengambil air sehingga warga dapat mengerjakan
kegiatan lainnya dan gotong-royong dalam masyarakat tetap berlanjut
hingga perawatan dan pemeliharaan.Ujar Syaeful.
Kriteria pelanggan dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. yaitu :
Kriteria pelanggan dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. yaitu :
- Kriteria A adalah pelanggan industri dimana per M3 dikenakan Rp. 500 dan administrasi Rp. 1500;
- Kriteria B adalah pelanggan rumah tangga dikenakan per M3 1-11 Rp. 300, 11-25 Rp. 400 dan 25 keatas dikenakan Rp. 500 dengan biaya administrasi Rp 1.500 dan pemeliharaan Rp. 1.500.
- Kriteria C adalah pelanggan untuk fasilitas umum seperti Masjid, Musholla, yayasan, sekolah dll. Per M3 dikenakan Rp 200, dengan biaya administrasi Rp. 1.500 dan pemeliharaan Rp. 1500.
Setiap biaya penyambungan atau pasang baru dikenakan Rp. 400.000,-.
Adapun sanksi-sanksi yang diberikan kepada pelanggan Pamdes sebagai berikut :
Adapun sanksi-sanksi yang diberikan kepada pelanggan Pamdes sebagai berikut :
Langganan:
Postingan (Atom)